Posts Tagged ‘UMB’

Optimisasi Penyebaran Jaringan Sensor Pemantauan Maritim Menggunakan Algoritma Genetik

November 8, 2017

Abstrak

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Maka diperlukan pemantauan maritim untuk mencegah terjadinya hal-hal yang negatif seperti pencemaran laut, pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, dan perompakan. Pemantauan maritim telah menjadi isu yang sangat menarik selama beberapa tahun belakangan ini. Dengan adanya kemajuan teknologi dan Internet yang sangat pesat, teknologi jaringan sensor nirkabel telah menjadi hal yang sangat penting pada pemantauan lingkungan perairan. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode optimasi penyebaran jaringan sensor untuk pemantauan lingkungan maritim. Dengan menggunakan pendekatan algoritma genetik multi-obyektif evolusioner untuk mendapatkan solusi topologi jaringan sensor optimal dengan jumlah sensor seminimum mungkin, namun maksimum dalam hal jangkauan dan konektifitas.

(more…)

Advertisements

Pahlawan yang Berkurban Akreditasi

December 15, 2010

Bulan Nopember 2010 ini banyak sekali kejadian yang tidak mungkin terlupakan oleh hampir semua orang. Selain kejadian Tsunami di Mentawai, Merapi yg meletus, banjir bandang di Wasior, dll. Lalu ada beberaap tanggal penting yang diperingati setiap tahunnya, yaitu Hari Pahlawan, 10 Nopember. Tujuh hari kemudian, 17 Nopember 2010, akan ada Hari Raya Idhul Adha, atau bagi kaum muslim sering disebut dengan lebaran haji atau hari raya Qurban (berkorban dengan cara menyembelih hewan kurban).

Apa kaitanya dgn Prodi Teknik Informatika, Fasilkom, UMB?

Sepintas memang tidak ada. Tapi jika kita lihat dari sudut pandang lain, atau bahasa kerennya orang kulon bilang ‘out of the box’ ada sesuatu yang saya rasa sangat terkait. Sehubungan dengan kejadian-kejadian belakangan ini di Prodi Teknik Informatika. Mungkin beberapa teman-teman di Prodi yang masih bertahan masih ingat sejarah dan cita-cita mulia Teknik Informatika & Sistem Informasi untuk membentuk sendiri sebuah Fakultas, Fasilkom. Bisa dikatakan kita semua memiliki masa sejarah yang sama. Sehingga cita-cita dan mimpi itu sangat kuat sekali mendorong kami untuk merealisasikannya. Tapi apa yang terjadi setelah perjuangan mewujudkan mimpi itu? Seharusnya mimpi itu dilanjutkan dengan mimpi indah lainnya. Seperti menjadikan Prodi Teknik Informatika mendapatkan akreditasi ‘B’ atau ‘A’. That’s the goals. Artinya begitu banyak hal-hal yang harus dibenahi agar mimpi itu menjadi wujud.

Diperlukan ‘Pejuang’ yang handal dalam mewujudkan mimpi akreditasi itu. Para Pejuang sepertinya mulai keletihan. Atau sudah mulai luntur semangat perjuangan mewujudkan akreditasi. Tidak seperti dahulu seperti semangat membentuk Fasilkom. Mungkin hal ini dikarenakan adanya semangat yang lain. Mungkin beberapa teman2 terjangkit penyakit ‘hati’, ‘pesimis’, atau ‘cuex’. Semangat mementingkan diri sendiri atau ‘Ana’ (Bahasa Arab artinya saya) lebih penting dari ‘Kita/Kami’. Sehingga muncul sifat-sifat ‘Ananiah’ (Keakuan). Ananiah = Onani = Egois. Hanya mementingkan kenikmatan semu semata. Beberapa fakta telah menunjukkan adanya gejala penuruan semangat ini. Beberapa dosen yang diangkat sebagai PIC pada akreditasi selalu sibuk dengan urusannya sendiri (pribadi).

Prodi jadi Korban?

Sekali lagi, Prodi Teknik Informatika menjadi kurban atau korban dari para pejuang yang seharusnya membawa bendera Teknik Informatika ke medan tempur, tapi malah sebaliknya. Senjata, bendera ditinggalkan di gudang. Malah membawa bendera lain ke medan tempur lain. Yang sejatinya. setiap dosen Teknik Informatika bersama-sama ‘beribadah’ di tempat atau sarana yang telah diberikan, yaitu Prodi Teknik Informatika. Dan pandangan (visi) menghadap ke kiblat (memajukan Teknik Informatika). Bukannya membelakangi ‘kiblat’ (meninggalkan Teknik Informatika).

Lalu siapakah yang akan menjadi Pahlawan?

Siapakah yang sanggup berkurban (berkorban)?

Siapakah/Apa yang mau dikurbankan(berkorban) ?

Sebelum menunjuk atau menjawab, saya sudah berkurban (berkorban) terlebih dahulu. Bagaimana dengan Anda sebagai Dosen Teknik Informatika? Anda sebagai Teman Sejawat? Anda sebagai Mahasiswa? dan Anda sebagai Pejabat?

RIP : 021-28041048

November 4, 2010

Sejak tanggal 1 September 2010, saya mendapat SK pemberhentian sebagai ‘Ketua Jongos’. Dan memulai suatu aktifitas baru, jadi ‘pelajar’ lagi. Setelah berjalan 2 bulan, ternyata makin terasa sekali menjalani tahapan aktifitas ini. Terutama ketika harus menjalankan dan menyeimbangkan antara aktifitas sekolah, pekerjaan, dan keluarga. Kebutuhan keluarga atau pribadi adalah sesuatu yg tidak dapat ditunda. Berbeda dengan sekolah dan pekerjaan yang masih mungkin dapat ditunda.

Tanggal 3 November 2010, salah satu fasilitas yang telah diberikan oleh Penguasa Kampus adalah telepon Flexi Pasca bayar saya telah di non aktifkan. Walaupun saya mengerti, ini adalah kekuasaan sang Penguasa Kampus untuk mencabut ‘nyawa’ dari telepon saya. Namun alangkah manusiawinya jika ada konfirmasi terlebih dahulu. Misal dengan memberikan surat pemberitahuan baik via telepon atau email. Siapapun pasti akan merasa enak jika diperlakukan manusiawi bukan?