Posts Tagged ‘sensor’

Teknologi WSN untuk mendeteksi kebakaran hutan – Part 1

September 17, 2019

Beberapa hari ini, saya melihat dan mendengar dari berbagai sumber media, baik itu media pers maupun sosial media yang memberitakan tentang kebakaran hutan di Indonesia; khususnya di Kalimantan dan Sumatera. Memang sangat disayangkan atas kejadian kebakaran atau “pembakaran” hutan ini. Diperlukan kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan hidup, alam sekitar, terutama hutan sebagai jantungnya keberlangsungan ekosistem di dunia yang kita tempati ini. Tapi saya tidak akan membahas apa penyebab dan akibat dari kebakaran hutan tersebut. Ini masalah yang sangat pelik, karena masalah ini sangat beririsan dengan kebijakan pemerintah, politik, ekonomi, pendidikan, mental, budaya dan teknologi.

Nah pada tulisan blog saya kali ini, saya akan coba membahas dari sisi teknologi. Kira-kira teknologi apa yang bisa diterapkan untuk membantu atau mencegah terjadinya kebakaran hutan. Kebetulan topik ini menjadi salah satu aspek yang saya bahas ketika saya melanjutkan studi S3 Doktoral. Kebetulan (lagi) saya memiliki kesempatan studinya di luar negeri atas beasiswa pemerintah Indonesia. Kebetulan (sekali lagi) saya berada di kota yang cantik dengan di kelilingi kebun anggur terluas dan terpanjang di Perancis. Dan secara geografis, kebun-kebun anggur ini juga memiliki peluang kebakaran juga.

 

Gambaran salah satu penerapan teknologi WSN untuk monitor kebakaran hutan/kebun.

(Sumber: https://research.ece.ncsu.edu/wireless/wsn.html)

 

Wireless Sensor Network (WSN), dalam bahasa Indonesia disebut jaringan sensor nirkabel, adalah salah satu teknologi yang melibatkan sejumlah sensor untuk pemantauan suatu lokasi dengan memanfaatkan teknologi nirkabel yang relatif tidak terlalu mahal. Dalam hal ini, sensor yang akan digunakan adalah sensor panas atau flame sensor.

Saat ini banyak tersedia beberapa tipe sensor. Kalau ga mau pusing yang tinggal beli lalu instal. Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Coba saja Anda bayangkan. Seandainya Anda ada proyek untuk memonitor 10 hektar kebun anggur atau hutan, (*mudah-mudahan dapat proyek beneran….).  Pertanyaan yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

  1. Berapa jumlah sensor yang diperlukan?
  2. Diletakan dimana sensor-sensor tersebut?
  3. Apakah semua kebun terpantau oleh sensor (coverage)?
  4. Berapa  biaya (cost) yang diperlukan?
  5. Bagaimana dengan infrastruktur jaringan?
  6. Bagaimana dengan konektifitas jaringan?
  7. Bagaimana arsitektur aplikasinya?

Yang mau komentar, kasih masukan & saran silahkan.

Bersambung…..

Colmar, 17/09/2019

IJR Project UMB-UHA-CESI

February 21, 2019

Since October 2017, I have been involving as a member of International Joint Research (IJR) project between 3 institutions (2 France, 1 Indonesian). Currently I’m an associate professor at UMB (maybe until [month] 20[xx] 🙂 ) and a PostDoc fellow at CESI Starsbourg, France, as a part of joint research between UMB-UHA-CESI. We have started our project on December 2017. (more…)

Optimisasi Penyebaran Jaringan Sensor Pemantauan Maritim Menggunakan Algoritma Genetik

November 8, 2017

Abstrak

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Maka diperlukan pemantauan maritim untuk mencegah terjadinya hal-hal yang negatif seperti pencemaran laut, pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, dan perompakan. Pemantauan maritim telah menjadi isu yang sangat menarik selama beberapa tahun belakangan ini. Dengan adanya kemajuan teknologi dan Internet yang sangat pesat, teknologi jaringan sensor nirkabel telah menjadi hal yang sangat penting pada pemantauan lingkungan perairan. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode optimasi penyebaran jaringan sensor untuk pemantauan lingkungan maritim. Dengan menggunakan pendekatan algoritma genetik multi-obyektif evolusioner untuk mendapatkan solusi topologi jaringan sensor optimal dengan jumlah sensor seminimum mungkin, namun maksimum dalam hal jangkauan dan konektifitas.

(more…)