Posts Tagged ‘sekolah’

Adul Pingin Sekolah

January 10, 2019

Adul yang hanya tamatan SD telah bekerja di sebuah perusahaan. Dia punya mimpi yg tinggi, yaitu untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Maka dia pun bekerja keras siang-malam bahkan week-end dia korbankan waktu Istirahatnya untuk bekerja demi mendapatkan upah kecil guna ditabung untuk suatu saat nanti dia lanjut sekolah. Adul nekat mendaftarkan dirinya di sebuah sekolah SMP negeri yang ternama. Setelah melalui tes, Adul dinyatakan lulus. Kini tinggal menginformasikan ke perusahaan tempat Adul bekerja. Keesokan harinya, Adul menghadap ke Pimpinannya dengan maksud untuk menginformasikan bahwa dia telah diterima di SMP Negeri dan memohon izin serta dukungan dari Pimpinan.

(more…)

Beasiswa Sekolah

November 15, 2010

Tentunya semua orang sangat mengharapkan yg namanya beasiswa sekolah. Entah itu beasiswa sekolah utk tingkatan SD, SMP, SMU atau Perguruan Tinggi (S1,S2,S3). Tapi entah kenapa saya tidak merasa begitu ‘happy’ dengan mendapatkan beasiswa sekolah dari kantor tempat saya bekerja selama hampir 10 tahun ini. Ada niatan dalam hati, ‘If I were rich enough, I’ll pay my own school’. Sehingga saya tidak ada ikatan yang sangat kuat terhadap institusi saya.

Mungkin berbeda dengan beasiswa sekolah dari luar negeri yang katanya hampir seluruh kebuttuhan hidup (operasional kita) ditanggung. Hal ini dilakukan agar si penerima beasiswa dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dikarenakan dapat fokus dan konsentrasi penuh.

Tapi apa yg saya rasakan saat ini berbeda sekali. Mudah-mudahan apa yang namanya ‘beasiswa’ itu benar-benar ‘beasiswa’ bukan ‘beasiswa jadi-jadian’. Amiin…3x.

Kewajiban ‘Orang Tua’ Menyekolahkan ‘Anak’

October 29, 2010

Sebagai orang tua yg bertanggung jawab, pastilah kita dengan segala jerih payah berusaha untuk dapat menyekolahkan anak. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Sebagai orang tua yg bertanggung jawab, pasti akan memberikan yg terbaik bagi keperluan sekolah anaknya. Mulai dari tas, sepatu, kaos kaki, buku, alat tulis, seragam, dan segala macam keperluan anak sekolah pasti akan kita penuhi. Ditambah lagi jika di sekolah ada kegiatan ekskul, kursus komputer, atau musik. Pasti hal ini juga akan merogoh kantong orang tua lebih dalam lagi. Belum lagi setiap hari orang tua harus memberikan uang saku, uang transport, iuran bulanan, uang kegiatan, uang ekskul, uang kursus, uang buku paket, dll. Bisa dibilang, semua kebutuhan (hak) anak sekolah, orang tua pasti penuhi. Mengapa? Apakah itu kewajiban orang tua? Mungkin teman2 ada pendapat lain?

Disatu sisi, ada orang tua yang tidak mampu membiayai anaknya sekolah. Akhirnya si anak ikut bekerja mengamen atau mengasong demi menyambung hidup. Tapi ada juga orang tua yg sekedar mendaftarkan anaknya sekolah, namun kebutuhan/keperluan (hak) anak sekolahnya tidak diberikan atau tidak diadakan.

Kewajiban 'Orang Tua' Menyekolahkan 'Anak'

October 29, 2010

Sebagai orang tua yg bertanggung jawab, pastilah kita dengan segala jerih payah berusaha untuk dapat menyekolahkan anak. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Sebagai orang tua yg bertanggung jawab, pasti akan memberikan yg terbaik bagi keperluan sekolah anaknya. Mulai dari tas, sepatu, kaos kaki, buku, alat tulis, seragam, dan segala macam keperluan anak sekolah pasti akan kita penuhi. Ditambah lagi jika di sekolah ada kegiatan ekskul, kursus komputer, atau musik. Pasti hal ini juga akan merogoh kantong orang tua lebih dalam lagi. Belum lagi setiap hari orang tua harus memberikan uang saku, uang transport, iuran bulanan, uang kegiatan, uang ekskul, uang kursus, uang buku paket, dll. Bisa dibilang, semua kebutuhan (hak) anak sekolah, orang tua pasti penuhi. Mengapa? Apakah itu kewajiban orang tua? Mungkin teman2 ada pendapat lain?

Disatu sisi, ada orang tua yang tidak mampu membiayai anaknya sekolah. Akhirnya si anak ikut bekerja mengamen atau mengasong demi menyambung hidup. Tapi ada juga orang tua yg sekedar mendaftarkan anaknya sekolah, namun kebutuhan/keperluan (hak) anak sekolahnya tidak diberikan atau tidak diadakan.