Archive for the ‘Diary’ Category

Hidup di salah satu kota cantik di Eropa, Colmar

October 8, 2019

Ga terasa, tahun ini saya dan keluarga memasuki tahun ke-8 di negara hexagon, Perancis (France).  Kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman hidup di eropa, khususnya di kota yang cantik, Colmar, propinsi Alsace (Grand Est), Perancis.

Kembali ke laptop…memasuki tahun ke-8 tinggal di kota Colmar, melalui suka duka sebagai “alien” atau makhluk asing di negara asing…tentunya sayang kalau dilupakan. Pasti suatu saat nanti segala peristiwa yang telah kami lalui dan alami akan menjadi sebuah kenangan yang tak mudah terlupakan. Makanya, saya tuliskan pada blog saya ini sekedar untuk mengingatkan kenangan-kenangan itu.

(more…)

Serunya Camping di Bonigen, Interlaken – Swiss

September 25, 2019

Camping (dalam bahasa Indonesia: berkemah)…pasti seru, ya khan. Kalian masih ingat, kapan terakhir kali Camping? Hayoo……masih ingat? Saya masih ingat…terakhir kali Camping itu sekitar tahun 90/91, di Bogor, Jawa Barat.  Saat itu, untuk Camping, kita harus sewa tenda terpal berikut perlengkapan tiang-tiang penyangga, tali dan patoknya. Ga banyak tempat penyewaan tenda di Jakarta…tapi kita berhasil menyewa tenda dan perlengkapannya di Toko Pramuka Kwarnas (Kwartil Nasional) yang dulu berada di depan stasiun kereta Gambir, Jakarta Pusat. Mungkin saat ini toko Pramuka Kwarnas sudah tidak ada, atau mungkin pindah entah kemana, saya kurang tempe… 😛

(more…)

Teknologi WSN untuk mendeteksi kebakaran hutan – Part 1

September 17, 2019

Beberapa hari ini, saya melihat dan mendengar dari berbagai sumber media, baik itu media pers maupun sosial media yang memberitakan tentang kebakaran hutan di Indonesia; khususnya di Kalimantan dan Sumatera. Memang sangat disayangkan atas kejadian kebakaran atau “pembakaran” hutan ini. Diperlukan kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan hidup, alam sekitar, terutama hutan sebagai jantungnya keberlangsungan ekosistem di dunia yang kita tempati ini. Tapi saya tidak akan membahas apa penyebab dan akibat dari kebakaran hutan tersebut. Ini masalah yang sangat pelik, karena masalah ini sangat beririsan dengan kebijakan pemerintah, politik, ekonomi, pendidikan, mental, budaya dan teknologi.

Nah pada tulisan blog saya kali ini, saya akan coba membahas dari sisi teknologi. Kira-kira teknologi apa yang bisa diterapkan untuk membantu atau mencegah terjadinya kebakaran hutan. Kebetulan topik ini menjadi salah satu aspek yang saya bahas ketika saya melanjutkan studi S3 Doktoral. Kebetulan (lagi) saya memiliki kesempatan studinya di luar negeri atas beasiswa pemerintah Indonesia. Kebetulan (sekali lagi) saya berada di kota yang cantik dengan di kelilingi kebun anggur terluas dan terpanjang di Perancis. Dan secara geografis, kebun-kebun anggur ini juga memiliki peluang kebakaran juga.

 

Gambaran salah satu penerapan teknologi WSN untuk monitor kebakaran hutan/kebun.

(Sumber: https://research.ece.ncsu.edu/wireless/wsn.html)

 

Wireless Sensor Network (WSN), dalam bahasa Indonesia disebut jaringan sensor nirkabel, adalah salah satu teknologi yang melibatkan sejumlah sensor untuk pemantauan suatu lokasi dengan memanfaatkan teknologi nirkabel yang relatif tidak terlalu mahal. Dalam hal ini, sensor yang akan digunakan adalah sensor panas atau flame sensor.

Saat ini banyak tersedia beberapa tipe sensor. Kalau ga mau pusing yang tinggal beli lalu instal. Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Coba saja Anda bayangkan. Seandainya Anda ada proyek untuk memonitor 10 hektar kebun anggur atau hutan, (*mudah-mudahan dapat proyek beneran….).  Pertanyaan yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

  1. Berapa jumlah sensor yang diperlukan?
  2. Diletakan dimana sensor-sensor tersebut?
  3. Apakah semua kebun terpantau oleh sensor (coverage)?
  4. Berapa  biaya (cost) yang diperlukan?
  5. Bagaimana dengan infrastruktur jaringan?
  6. Bagaimana dengan konektifitas jaringan?
  7. Bagaimana arsitektur aplikasinya?

Yang mau komentar, kasih masukan & saran silahkan.

Bersambung…..

Colmar, 17/09/2019

Music Cover: Bohemian Rhapsody

August 23, 2019

Is this the real life?
Is this just fantasy?
Caught in a landslide
No escape from reality
Open your eyes
Look up to the skies and see
I’m just a poor boy, I need no sympathy
Because I’m easy come, easy go
A little high, little low
Anyway the wind blows, doesn’t really matter to me, to me

Selamat Pagi…Good Morning…Guten Morgen…Bonjour.
Hanya untuk menyalurkan ‘my hobby’….So I made this music cover.

Catatan Seorang Mantan Kuli Tetap di Pabrik Tempe

June 13, 2019

Ini adalah cerita khayalan belaka. Jika ada kemiripan nama, tempat, tanggal dan kejadian, itu adalah hanya kebetulan saja. 🙂

Gambar ilustrasi karyawan pabrik tempe. 

Adoel adalah seorang anak desa yang lahir dari keluarga biasa-biasa saja. Dengan hanya berijasah madrasah (SD), Adoel hanya dapat bekerja sebagai kuli tempe. Adoel, sejak tahun 2001 hingga 2019, adalah Kuli Tetap di sebuah perusahaan Pabrik Tempe (www.pabriktempe.com), di desa Oedique. Adoel adalah salah satu Kuli Tetap pada bagian produksi. Keinginan Adoel untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat lanjut tidak semudah dan seberuntung teman-teman yang lainnya. Adoel harus menyisihkan sedikit dari gajinya yang tidak seberapa untuk bisa melanjutkan studinya. (more…)

CESI Recherche International

February 21, 2019

Bonjour, je m’appelle Abdusy SYARIF. Je travaille à CESI Strasbourg, en collaboration avec ABA et JFDR dans le cadre d’un projet de recherche international. (more…)

IJR Project UMB-UHA-CESI

February 21, 2019

Since October 2017, I have been involving as a member of International Joint Research (IJR) project between 3 institutions (2 France, 1 Indonesian). Currently I’m an associate professor at UMB (maybe until [month] 20[xx] 🙂 ) and a PostDoc fellow at CESI Starsbourg, France, as a part of joint research between UMB-UHA-CESI. We have started our project on December 2017. (more…)

Balikin uang SPP

February 14, 2019
Cerita ini merupakan khayalan saja. Cerita si Adoel yang memiliki cita-cita agar bisa sekolah tinggi dengan segala cara dan usaha yang dia tempuh. Suatu ketika Adoel diminta mengembalikan biaya SPP yang telah dibayarkan dari perusahaannya. Loh, kenapa? Yah karena Adoel mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk sekolah lanjut di luar kota.
Adoel: “Selamat siang, Bos, saya ingin sekolah lanjut di luar kota. Alhamdulillah saya dapat beasiswa.”
Bos: “Khan kamu sudah sekolah disini (di dalam kota), sudah dibayarin pula.”
Adoel:”Tapi Bos, sekolah di luar kota adalah salah satu mimpi saya.”
Bos: “Ya sudah. Kamu tentukan, mau sekolah disini atau luar kota sana. Kalau mau di luar kota sana, uang sekolah yang sudah dipakai kamu balikin.”
Adoel: “Baik…saya akan kembalikan.”
Bersambung…

A low-cost guitar amp

February 13, 2019

I have made some cover with only using my guitar, cables, and open source software such as Guitarix virtual amp and Audacity on my Linux machine. With a little bit effort and no need to big some money to make your own home studio recording. Today, with the increasing of technology in hardware and software, and of course the Internet, we can make our own music studio in your home or even in your room and start to ROCK. 😀  (more…)

Piano Cover – Ma petite Asha

January 20, 2019

Bonjour…! Week-end kali ini, kami mengisi waktu dengan bermusik. Seperti biasanya….saya latihan bermain gitar bersama ‘mon garçon, Zyda‘ yang bermain drum, membawakan lagu-lagu daerah……(daerah barat maksudnya… 😛 ) yang beraliran agak sedikit ke rock, bukan ‘isinya’ yah…. 😀
(more…)