Sekelumit wawancara tentang hidup dan studi di Perancis

Beberapa minggu lalu saya mendapat email dari seseorang yang sedang mengembangkan startup tentang kuliah di luar negeri. Berikut saya sampaikan sekelumit wawancara tentang hidup dan studi di negeri Napoleon Bonaparte.

1)Bisa diceritakan secara detail, tentang biaya hidup di Perancis terutama di daerah Anda tinggal? Mulai dari biaya makan, transportasi, akomodasi,
Saya tinggal di kota Colmar, propinsi Alsace, yaitu daerah bagian Timur Perancis dekat perbatasan Jerman dan Swiss. Dengan beasiswa dari DIKTI sebesar 1xxx euro/bulan, mungkin untuk hidup sendiri bisa dikatakan cukup, namun tidak untuk keluarga. Di Perancis, semua pelajar yang tinggal di asrama pelajar, berukuran antara 18-40 meter persegi, dengan biaya sewa sekitar 200-360 euro, akan mendapatkan subsidi dari pemerintah Perancis sekitar 40-60% dari harga sewa. Sedangkan untuk biaya makan, rata-rata untuk makan di restoran kampus sekitar 3,10 euro untuk sekali makan siang dengan menggunakan kartu pelajar (Moneo) yang bisa diisi dengan uang layaknya kartu ATM. Saran saya untuk lebih menghemat pengeluaran, sebaiknya makan dengan masak sendiri. Tapi bolehlah sekali-sekali atau beberapa kali makan di Resto U.

Untuk transportasi, di Colmar dengan bus Anda harus merogoh kocek 1,30 euro untuk tiket sekali jalan, namun tiket tersebut berlaku selama 1 jam dan Anda dapat berganti Bus tanpa membeli tiket baru. Atau untuk hematnya, Anda sebaiknya membeli tiket berlangganan seharga 16,60 euro/bulan. Dengan kartu berlangganan bus ini Anda bisa menggunakannya pada semua jalur bus di kota tanpa batas sepanjang hari dalam sebulan. Sama halnya untuk transport kereta. Bagi yang sering menggunakan jasa transport kereta, sebaiknya menggunakan kartu berlangganan.

Sebagai mahasiswa, tentunya kita butuh alat komunikasi. Untuk biaya komunikasi bisa dibilang sangat murah. Untuk bisa telpon dan SMS unlimited (untuk semua telepon tujuan Perancis dan negara-negara jajahan Perancis) kita hanya berlangganan 2-3 euro perbulan. Sedangkan untuk tambahan koneksi data internet unlimited kita bisa ambil paket berlangganan sekitar 15-20 euro per bulan dengan koneksi yg sangat cepat.

Untuk biaya listrik, bisa dikatakan murah, karena Perancis menggunakan tenaga nuklir. Rata-rata untuk sebulan sekitar 10-15 euro, tergantung konsumsi listrik.

Untuk konsumsi air dan gas untuk mesin pemanas (heater), tergantung pengelola asrama. Ada yg kolektif ada pula yg pribadi. Biasanya biaya ini dibebankan pada uang sewa asrama (apartement) tiap bulannya. Tentunya yg kolektif lebih murah dibanding yg pribadi.

2) Pernahkan Anda mengalami “culture shock” di negara tersebut? Kalau iya, bisa diceritakan? Atau pengamalan yang paling berkesan selama kuliah disana?
Culture shock pasti akan dialami hampir semua pelajar di luar negeri. Apalagi bahasa Perancis yg cukup sulit bagi pemula. Seringkali saya salah dalam mengucapkan (pronounce) , sehingga lawan bicara tidak mengerti dan bahkan bisa salah faham. Sehingga saya harus mengucapkannya berkali-kali hingga lawan bicara mengerti maksud saya.

Pada awal datang ke Perancis, saya membuka rekening Bank untuk keperluan selama di Perancis. Saya datang langsung ke Bank dengan maksud membuka rekening Bank di bagian pelayanan. Tapi ternyata Bank di Perancis tidak seperti pelayanan Bank di Indonesia. Saya tidak bisa langsung bertemu dengan Pelayan Kostumer (Costumer Service), melainkan saya harus membuat janji terlebih dahulu. Akhirnya saya pun membuat janji dan diminta datang keesokan harinya. Jadi di Perancis, jika ingin bertemu dengan bagian pelayanan Bank, Dokter Umum, Dokter Gigi, dll, semua harus dengan membuat janji terlebih dahulu.

3) Tips untuk pelajar Indonesia yang ingin kuliah di kampus Anda? Tips nya berdasarkan pengalaman Anda (step by step saat mendaftar kuliah sampai diterima) akan lebih bagus
Untuk program S3 tidak terlalu sulit. setelah kita mendapatkan ‘Letter of Acceptance’ (LoA) dari Profesor, kita perlu melampirkan formulir pendaftaran tahun pertama dengan melengkapi data-data yg diperlukan. Lalu Profersor (Kepala Lab) menandatanganinya dan dikirim ke bagian Pusat Pendaftaran (Masion Etudiant). Selanjutnya kita akan mendapatkan konfirmasi dan akan dibuatkan janji untuk menyelesaiakan proses pendaftaran. Setelah membayar biaya administrasi, kita akan di foto untuk mendapatkan kartu mahasiswa. Kita bisa mendapakan kartu budaya (Carte Culture) yg bermanfaat untuk mahasiswa yg ingin menelusuri tempat-tempat seperti tempat olahraga, museum dan semua pusat budaya di Perancis dengan potongan harga khusus mahasiswa.

Advertisements

Tags: , , , , ,

One Response to “Sekelumit wawancara tentang hidup dan studi di Perancis”

  1. DREAMS BOOK YANG TERTUNDA | Abdusy Syarif Says:

    […] di Colmar, Alsace, Perancis” dan ini juga ada sedikit berbagi pengalaman saya tentang “sekelumit wawancara tentang hidup dan studi di Perancis”. yang telah saya tulis pada tahun kedua di […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: