Membuat Forex Expert Advisor (EA) sendiri

October 18, 2020

Sudah lama saya tidak mengisi lembaran diare…eh diary blog digital ini. Sibuk ngapain aja yah? Yah begitulah, sibuk dengan rutinitas dan fokus pada ‘big goals‘ sendiri.

Ok, kali ini saya akan bercerita membuat forex “Expert Advisor (EA)” sendiri. As you may already know, bahwa dunia forex/saham/stock adalah dunia investasi finansial yang Full of Risk, tapi walaupun begitu High Risk High Gain. Yang Low Risk ada ga? Ada, tabungan dan deposito adalah beberapa contoh investasi yang aman dengan resiko yang sangat kecil, tapi profit juga kecil. Kecuali Anda punya modal yang sangat besar, misal 10 Milyard Anda depositokan, maka dengan bunga deposito sekitar 5% perbulan, Anda akan menerima 50 juta. Pada dunia ‘trading, kita bisa melakukan ‘trade’ atau jual beli, mulai dari saham, stock, forex atau valas, emas hingga crypto-currencies seperti Bitcoin yang sedang booming. Bursa saham dan valas beroperasi 24 jam dari senin hingga jum’at. Sehingga membuat peluang ‘trading’ lebih besar, karena pasar bursa dan valas ini tidak bersifat nasional, melainkan internasional. Kegiatan aktifitas ‘trade’ ini menjadi ‘dapur’ utama roda perekonomian dunia. Berapa persen profit yang bisa kita dapat dari ‘trading’? Sejak kegiatan ‘trading’ beroperasi 24 jam dan perputaran uang yang melibatkan seluruh penjuru dunia, maka profit bisa dikatakan ‘unlimited. Jadi kita lah sebagai trader yang sebaiknya menentukan target profit yang diinginkan baik itu dalam harian atau bulanan. You can imagine that how big this market is. Tapi bagaimana bagi para ‘trader’ pemula seperti saya yang tidak punya pengalaman ‘trading’ sama sekali seumur hidup ini? *kasian deh. Nah, solusinya adalah dengan menggunakan Expert Advisor atau disingkat EA, Bahasa Indonesia-nya ‘Penasihat Pakar atau Penasihat Ahli”. *Agak aneh ditelinga saya…. ^_^. Bisa juga sih dengan menggunakan beberapa indikator,, seperti MACD, RSI, EMA, Bollinger,  tapi khan saya ga bisa dan ga ngerti bagaimana baca indikator tersebut. *Cucian deh gw  

Apa itu EA?

EA pada dasarnya adalah sebuah program yang dibuat untuk membantu para ‘Trader’ dalam mengambil sebuah aksi untuk BUY atau SELL dalam kegiatan Trading. 

Kenapa perlu EA?

Bagi pemula seperti saya yang ‘buta’, tentunya selalu menghadapi kesulitan dalam menentukan kapan untuk mengambil posisi (Open Position (OP)) untuk BUY atau SELL. Nah, EA ini dapat membantu Trader dalam menentukan OP. Bahkan dengan menggunakan EA atau robot EA, kegiatan ‘trading’ bisa dibuat full-otomatis. Karena semua aktifitas ‘trading’ dikerjakan oleh program atau robot EA.  

Membuat EA sendiri

Selama ‘lockdown‘ karena pandemi Covid-19, sejak bulan April, saya mulai belajar secara autodidak membuat robot EA sendiri. Dengan modal dan latar belakang IT serta pengalaman yang “pas-pas-an”, maka saya nekad membangun sendiri robot EA yang saya beri nama C68 -Bot alias Colmar-68 Robot. Koq gitu? Yah, karena robot ini ‘lahir’ di kota Colmar, France. Lalu 68 apaan artinya? 68 itu adalah kode departemen dimana Colmar berada, yaitu di departemen 68 (Haut-Rhin). By the way, kata orang bijak, apalah arti sebuah nama, yang penting dia bisa membawa manfaat dan berkah bagi manusia dan sekitarnya. Betul atau Betul? KISS Man….Keep It Simple, Stupid.… 😛

Saya mulai browsing di Internet menggunakan Google dan Youtube. Membaca pada forum-forum forex. Lalu coba membuat robot EA sederhana. Mengkonfigurasinya dan melakukan ‘Backtesting’ untuk melihat kinerja robot EA. Tapi menurut pedapat kebanyakan Trader, sebaiknya menguiji dengan ‘Forwardtest’, bukan ‘Backtest’. Akhirnya saya coba membuat akun demo pada sebuah broker, Gratis koq….ga bayar….untuk menguji kinerja robot C68 pada dunia trading sesungguhnya. Selama 1 bulan lebih saya pantau dan melakukan optimasi konfigurasi pada C68-Bot ini, kira-kira sejak Mei 2020 hingga Juni 2020, kinerja C68-Bot masih belum optimal.

Untuk membuat EA, kita bisa menggunakan software MetaEditor, yang biasanya sudah manjadi satu bundle ketika kita menginstal aplikasi Metatrader versi Desktop.

Tampilan MetaEditor
Tampilan C68-Bot EA pada Metatrader

C68-Bot telah beroperasi secara ‘live’ pada ‘demo account’ trading saya sejak 20 Juli 2020 pada sebuah Broker yang dapat dipercaya serta sudah dilegalisasi dan dikontrol oleh organisasi finansial dunia. Pada bulan pertama, saya memulai ‘trading’ dengan bermodal kecil (hanya beberapa puluh USD). Dalam kurang dari 1 bulan, saya kena Margin Call. C68-Bot belum stabil, masih salah dalam Open Position yang menyebabkan loss alias kerugian. Yah, begitu lah dunia ‘trading’, seperti saya bilang diawal, bahwa dunia trading ini beresiko tinggi. High risk high gain. Sebaliknya Low risk low gain

Setelah kurang lebih 3 bulan C68-Bot beraksi, saya membuat data visualisasi dan analisa data sederhana. Saya ‘export’ semua transaksi dari ‘Account History’ pada Metatrader kedalam file csv, lalu saya menggunakan software Tableau v10. Kebetulan waktu mengikuti training sebagai ‘Data scientist’ saya dapat mengalaman menggunakan software Tableau. *Lumayan…berguna juga ilmu yg dipelajari.

Dan berikut ini adalah hasil rekap kinerja dari C68-Bot EA. Saya buat rekap Profit/Loss per bulan serta harian. Catatan: Tanda minus (-) berarti Loss atau rugi. Contoh pada bulan Juli 2020, C68-Bot minus 48,1$, artinya rugi (loss) sebanyak 48,1$. Lalu pada bulan Agustus plus 350,4$, artinya untung (profit) sebanyak 350,4$.

Rekap Profit/Loss period 20-Juli s/d 9-Okt 2020
Rekap Profit/loss Harian Period 20-Juli s/d 31-Agt 2020
Rekap Profit/loss Harian Period 01-Sept s/d 9-Oct 2020

Not bad, khan…? 🙂

Copytrading

Hingga saat ini, saya belum berniat menjual C68-Bot, karena C68-Bot masih terus dalam proses optimisasi. Tapi buat teman-teman yang mau atau mengikuti Trading C68-Bot ini, kalian bisa melakukan copytrading. Apa itu copytrading? Copytrading adalah kegiatan meng-copy atau menyalin alias ‘mencontek’ transaksi trading dari seorang Expert Trader dan menerapkannya pada Trading kita (copier), dengan harapan copier mendapat profit yang sama dengan si Master. Misal saya dalam melakukan trading menggunakan C68-Bot EA ini, dalam hal ini saya sebagai Master. Ketika si C68-Bot membuka sebuah order dan Open Position BUY sebanyak lots 0.1 EURUSD, maka Anda sebagai Copier akan membuka order yang sama. Bagaimana untuk ikut copytrading C68-Bot? Silahkan tunggu postingan berikutnya. 😀

 Note: Demo vs Real Trading

Tapi perlu diketahui, berdasarkan pengalaman saya, server Demo dan Real account memiliki perbedaan. Yang pertama saya temukan adalah perbedaan pada kecepatan transaksi, latency server atau respon dari server berbeda antara server Demo dan Real. Entah apa yang membuat para broker ini memiliki strategi seperti tersebut.

Setelah ngubeg-ngubeg Internet, ternyata memang ADA perbedaan antara Demo dan Live server trading, antara lain:

– slippage
– requote
– spread
– commission costs
– swap costs

Webinar: Rancang Bangun Machine Learning Untuk Pendeteksian COVID-19

June 21, 2020

Selamat Pagi…..

Bonjour…..Good Morning….Guten Morgen…

Suatu kehormatan buat saya diminta menjadi pembicara dalam acara Webinar Series dari Universitas Nasional, Jakarta, Indonesia yang akan diadakan pada Senin 22 Juini 2020 jam 10.00 – 12.00 WIB.

Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit pengalaman saya dalam merancang bangun sebuah Machine Learning untuk mendeteksi Covid-19 dengan memanfaatkan citra medis. Seperti apa rancangan Machine Learning? Apakah seperti mesin jahit bentuknya? Nah…biar ga penasaran, buruan daftar…..Kalau terlambat, jangan nangis dan sedih.  Masih ada kesempatan lain…

Yuuk belajar…! #senangnya berbagi.

 

Catatan Seorang Mantan Kuli Tetap Pabrik Tempe (Part #2)

May 21, 2020

Mumpung lagi ada waktu selama “lockdown” alias “work from home” dikarenakan ada virus Corona yang masih berkeliaran di muka bumi ini, maka saya mau nulis lagi neh…kelanjutan cerita si Adoel yang jadi korban ketidakadilan, kesewenag-wenangan,  mind-block, arogan, tidak ada niat baik, tidak ada integritas dari oknum pimpinan sebuah pabrik tempe yang berlokasi di kampoeng Oedik.

Bagi yang belum baca cerita bagian pertama Adoel, silahkan menuju ke TKP dengan klik disini.

Read the rest of this entry »

Boston Housing – Data Science

November 23, 2019

Hai gais…. 😀 Kali ini saya akan berbagi banyak (*bukan sedikit 😀 ) dari latihan menjadi Data Scientist.

Latihan Data Science pada studi kasus Perumahan (Housing) di kota Boston dengan menggunakan Jupyter. 

In [1]:
import numpy as np
import pandas as pd
import os 

import seaborn as sns
import matplotlib.pyplot as plt
from scipy import stats

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini .

Hidup di salah satu kota cantik di Eropa, Colmar

October 8, 2019

Ga terasa, tahun ini saya dan keluarga memasuki tahun ke-8 di negara hexagon, Perancis (France).  Kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman hidup di eropa, khususnya di kota yang cantik, Colmar, propinsi Alsace (Grand Est), Perancis.

Kembali ke laptop…memasuki tahun ke-8 tinggal di kota Colmar, melalui suka duka sebagai “alien” atau makhluk asing di negara asing…tentunya sayang kalau dilupakan. Pasti suatu saat nanti segala peristiwa yang telah kami lalui dan alami akan menjadi sebuah kenangan yang tak mudah terlupakan. Makanya, saya tuliskan pada blog saya ini sekedar untuk mengingatkan kenangan-kenangan itu.

Read the rest of this entry »

Serunya Camping di Bonigen, Interlaken – Swiss

September 25, 2019

Camping (dalam bahasa Indonesia: berkemah)…pasti seru, ya khan. Kalian masih ingat, kapan terakhir kali Camping? Hayoo……masih ingat? Saya masih ingat…terakhir kali Camping itu sekitar tahun 90/91, di Bogor, Jawa Barat.  Saat itu, untuk Camping, kita harus sewa tenda terpal berikut perlengkapan tiang-tiang penyangga, tali dan patoknya. Ga banyak tempat penyewaan tenda di Jakarta…tapi kita berhasil menyewa tenda dan perlengkapannya di Toko Pramuka Kwarnas (Kwartil Nasional) yang dulu berada di depan stasiun kereta Gambir, Jakarta Pusat. Mungkin saat ini toko Pramuka Kwarnas sudah tidak ada, atau mungkin pindah entah kemana, saya kurang tempe… 😛

Read the rest of this entry »

Teknologi WSN untuk mendeteksi kebakaran hutan

September 17, 2019

Beberapa hari ini, saya melihat dan mendengar dari berbagai sumber media, baik itu media pers maupun sosial media yang memberitakan tentang kebakaran hutan di Indonesia; khususnya di Kalimantan dan Sumatera. Memang sangat disayangkan atas kejadian kebakaran atau “pembakaran” hutan ini. Diperlukan kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan hidup, alam sekitar, terutama hutan sebagai jantungnya keberlangsungan ekosistem di dunia yang kita tempati ini. Tapi saya tidak akan membahas apa penyebab dan akibat dari kebakaran hutan tersebut. Ini masalah yang sangat pelik, karena masalah ini sangat beririsan dengan kebijakan pemerintah, politik, ekonomi, pendidikan, mental, budaya dan teknologi.

Nah pada tulisan blog saya kali ini, saya akan coba membahas dari sisi teknologi. Kira-kira teknologi apa yang bisa diterapkan untuk membantu atau mencegah terjadinya kebakaran hutan. Kebetulan topik ini menjadi salah satu aspek yang saya bahas ketika saya melanjutkan studi S3 Doktoral. Kebetulan (lagi) saya memiliki kesempatan studinya di luar negeri atas beasiswa pemerintah Indonesia. Kebetulan (sekali lagi) saya berada di kota yang cantik dengan di kelilingi kebun anggur terluas dan terpanjang di Perancis. Dan secara geografis, kebun-kebun anggur ini juga memiliki peluang kebakaran juga.

 

Gambaran salah satu penerapan teknologi WSN untuk monitor kebakaran hutan/kebun.

(Sumber: https://research.ece.ncsu.edu/wireless/wsn.html)

 

Wireless Sensor Network (WSN), dalam bahasa Indonesia disebut jaringan sensor nirkabel, adalah salah satu teknologi yang melibatkan sejumlah sensor untuk pemantauan suatu lokasi dengan memanfaatkan teknologi nirkabel yang relatif tidak terlalu mahal. Dalam hal ini, sensor yang akan digunakan adalah sensor panas atau flame sensor.

Saat ini banyak tersedia beberapa tipe sensor. Kalau ga mau pusing yang tinggal beli lalu instal. Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Coba saja Anda bayangkan. Seandainya Anda ada proyek untuk memonitor 10 hektar kebun anggur atau hutan, (*mudah-mudahan dapat proyek beneran….).  Pertanyaan yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

  1. Berapa jumlah sensor yang diperlukan?
  2. Diletakan dimana sensor-sensor tersebut?
  3. Apakah semua kebun terpantau oleh sensor (coverage)?
  4. Berapa  biaya (cost) yang diperlukan?
  5. Bagaimana dengan infrastruktur jaringan?
  6. Bagaimana dengan konektifitas jaringan?
  7. Bagaimana arsitektur aplikasinya?

Yang mau komentar, kasih masukan & saran silahkan.

Bersambung…..

Colmar, 17/09/2019

Music Cover: Bohemian Rhapsody

August 23, 2019

Is this the real life?
Is this just fantasy?
Caught in a landslide
No escape from reality
Open your eyes
Look up to the skies and see
I’m just a poor boy, I need no sympathy
Because I’m easy come, easy go
A little high, little low
Anyway the wind blows, doesn’t really matter to me, to me

Selamat Pagi…Good Morning…Guten Morgen…Bonjour.
Hanya untuk menyalurkan ‘my hobby’….So I made this music cover.

Catatan Seorang Mantan Kuli Tetap Pabrik Tempe (Part #1)

June 13, 2019

Ini adalah cerita khayalan belaka. Jika ada kemiripan nama, tempat, tanggal dan kejadian, itu adalah hanya kebetulan saja. 🙂

Gambar ilustrasi karyawan pabrik tempe. 

Adoel adalah seorang anak desa yang lahir dari keluarga biasa-biasa saja. Dengan hanya berijasah madrasah (Sekolah Dasar), Adoel hanya dapat bekerja sebagai seorang kuli di sebuah pabrik tempe sejak tahun 2001 hingga 2019, di sebuah desa terpencil, sebut saja desa Oedique. Adoel bekerja di pabrik tempe pada bagian produksi. Sejak lulus SD, Adoel punya cita-cita untuk melanjutkan sekolahnya suatu hari nanti. Tapi mimpi Adoel untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat lanjut tidak semudah dan seberuntung teman-temannya. Sebagian besar teman Adoel lanjut melanjutkan sekolahnya hingga universitas. Karena mungkin orang tua mereka mampu. Beruntunglah bagi yang memiliki orang tua yang mampu menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Siapa yang tidak kepingin melihat anaknya sekolah tinggi dan sukses. Bisa bekerja di kota besar atau di perusahaan yang bonafit. Tapi Adoel? Adoel memutuskan untuk bekerja demi membantu orang tua dan keluarganya. Mulai dari berdagang membantu orang tuanya, hingga warung orang tuanya tutup karena kalah saing dengan berjamurnya supermarket dan pasar modern serta mall-mall. Akhirnya Adoel terdampar di pabrik tempe ini. Untuk mewujudkan mimpi sekolahnya, Adoel harus menyisihkan sedikit dari gajinya yang sedikit alias kecil. Read the rest of this entry »

CESI Recherche International

February 21, 2019

Bonjour, je m’appelle Abdusy SYARIF. Je travaille à CESI Strasbourg, en collaboration avec ABA et JFDR dans le cadre d’un projet de recherche international. Read the rest of this entry »